whatsapp
Whatsapp

Yuk Simak Apa Itu Suntik Meningitis & Apa Persyaratannya

Maret 8, 2021

Apa itu suntik meningitis & apa persyaratannya? Mungkin Anda sudah tidak asing dengan sebutan meningitis. Ya, meningitis adalah sejenis penyakit berbahaya yang memiliki resiko kematian tinggi. Ada beberapa penjelasan tentang suntik meningitis, siapa yang mendapatkannya dan syaratnya apa saja. 

Penjelasan Suntik Meningitis

Suntik meningitis adalah vaksinasi yang wajib diberikan kepada orang yang hendak bepergian ke luar negeri. Umumnya suntik vaksinasi ini diberikan kepada calon jamaah haji dan umroh serta menjadi syarat wajib sebelum keberangkatan. Jika telah melakukan suntik meningitis maka akan mendapat tanda bukti.

Suntik meningitis dilakukan untuk mencegah setiap individu dari penularan penyakit meningitis. Khususnya selama perjalanan dan kegiatan umroh atau haji berlangsung. Vaksin ini juga dapat merangkap sebagai anti penularan terhadap penyakit berbahaya lain seperti tuberkulosis, tetanus, dan lain-lain

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan kebijakan wajib vaksin meningitis sejak tahun 2002. Hingga sekarang ketentuan ini menjadi syarat mutlak yang wajib dipatuhi oleh setiap jamaah yang hendak beribadah di sana. Maka dari itu, pada biro umroh dan haji umumnya dilengkapi dengan fasilitas suntik ini. 

Beberapa Persyaratan Suntik Meningitis

Untuk mendapat layanan suntik meningitis, maka setiap orang wajib memenuhi persyaratan yang diberlakukan. Selain itu jadwal pelaksanaannya pun telah ditentukan. Dengan demikian penting untuk mempelajari persiapan ini dengan baik dan memulainya secara berurutan. 

Apa itu suntik meningitis & apa persyaratannya. Setelah memahami penjelasan tentang suntik meningitis, maka berikut syarat yang harus diperhatikan. 

  • Pertama

Peserta diizinkan melakukan suntik meningitis pada 1 bulan atau 3 minggu sebelum tanggal keberangkatan. 

  • Kedua

Mendatangi tempat vaksinasi sesuai wilayah dan waktu yang ditentukan oleh pihak biro perjalanan. Termasuk dengan arahan untuk datang lebih awal guna mendapat nomor antrian kecil. 

  • Ketiga

Kemudian jamaah juga harus bersedia memenuhi protokol yang ditetapkan agar proses suntik selesai dengan baik. 

Alamat Lengkap Suntik Vaksin Meningitis

Syarat Dokumen yang Wajib Dipenuhi

Setelah memahami panduan pelaksanaan, maka penting juga untuk mematuhi syarat dokumen. Dokumen yang diperlukan akan digunakan sebagai data jamaah dan pembuatan bukti telah disuntik meningitis. Berikut adalah daftar dokumen tersebut. 

Siapkan:

  • Fotokopi paspor
  • Fotokopi KTP 
  • Pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar

Untuk foto yaitu dengan latar belakang putih serta tampak bagian wajah 80%. Rapikan dan pastikan Anda membawanya saat berangkat ke lokasi suntik meningitis. 

Mengenai biaya yang diperlukan mungkin akan sedikit berbeda antara satu pihak pelayanan dengan yang lain, namun kisarannya adalah Rp 305.000 berdasarkan peraturan pemerintah atau kebijakan Kantor Kesehatan Pelabuhan di daerah masing-masing. 

Tata Cara Mengikuti Suntik Meningitis

Adapun secara prosedural, tata cara mengikuti suntik meningitis akan diatur dengan tertib. Berikut adalah satu per satu bagian yang perlu diikuti oleh peserta yang telah terdaftar. 

  • Datang ke lokasi vaksinasi meningitis
  • Mengambil nomor antrian
  • Mengambil formulir
  • Mengisi dan mengumpulkannya di tempat yang telah disediakan
  • Menunggu panggilan untuk menyelesaikan administrasi
  • Untuk wanita dalam usia produktif akan lebih dulu dilakukan tes urine
  • Saat nomor antrian dipanggil segera masuk ke ruang vaksin
  • Suntik vaksin meningitis dilakukan
  • Mengambil foto barcode yang diberikan
  • Menerima buku kuning sebagai bukti telah divaksin

Adapun masa berlaku untuk buku kuning adalah selama 2 tahun. Sementara untuk pengecualian suntik ini ditujukan pada ibu hamil dan peserta yang memiliki penyakit gangguan saraf. Selain itu peserta yang sedang sakit dapat menunda suntik hingga kondisi sembuh.

Demikian penjelasan tentang apa itu suntik meningitis & apa persyaratannya. Pastikan Anda mengikuti semua prosedur dengan baik dan selalu jaga kondisi tubuh agar tetap sehat, utamanya saat beribadah di tanah suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *