whatsapp
Whatsapp

Daytama Sinergi Wisata - Travel Sunnah Indonesia

Saat ini di Indonesia alhamdulillah berkembang kajian-kajian sunnah. Hampir di setiap daerah di Indonesia sudah sangat berkembang kajian-kajian ini. Dan dari istilah Sunnah ini muncul ada istilah Travel Sunnah. Lalu apa maksud daripada travel sunnah/ Travel Umroh Sunnah?

Definisi Travel Sunnah

shafa-marwah

Travel Sunnah adalah agen perjalanan wisata yang mengatur perjalanan dalam hal ini adalah mengurus perjalanan ibadah Umroh & Haji. Jamaah dibimbing oleh pembimbing (Ustadz) yang bermanhaj salaf dan dibimbing sesuai sunnah (tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam).

Travel sunnah hampir sama dengan travel umroh pada umumnya, yang membedakan adalah sebagai berikut:

  1. Pembimbing/Ustadz & Muthowwif bermanhaj salaf.
  2. Wanita harus berangkat dengan mahramnya.
  3. Tidak ada istilah surat mahram.
  4. Umroh dilaksanakan hanya 1 kali.
  5. Kajian sunnah intensif

Hal diatas adalah yang membedakan Travel Sunnah dengan travel umroh pada umumnya.

Ibadah Umroh Dilaksanakan 1 Kali Dalam 1 Kali Safar

Umroh hendaknya hanya dilakukan sekali dalam 1 kali safar. Melakukan ibadah umroh berkali-kali dalam 1 kali safar tidak ada tuntunannya dari Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam.

Beberapa ulama yang menjadi rujukan adalah Syaikh Sholih Al Utsaimin, bahwa "Umroh berkali-kali dalam 1 kali safar adalah perkara yang diada-adakan (tidak ada dalil dari Nabi) Karena kita telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih semangat dalam ibadah dari Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan para sahabat. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana kita ketahui bersama ketika Fathul Makkah di akhir Ramadhan, beliau berdiam di Makkah selama 19 hari. Ketika itu beliau tidak keluar menuju Tan’im untuk berihram umrah. Demikian para sahabat tidak melakukan demikian. Oleh karenanya, berkali-kali berumrah dan satu safar termasuk amalan yang mengada-ada.” [Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 28: 121][1]

Hendaknya jika ingin mendapatkan pahala yang banyak, jamaah bisa melakukan tawaf . Dan juga banyak ibadah-ibadah sunnah yang bisa dilakukan di di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Pembimbing/ Asatidz Bermanhaj Salaf

Pembimbing adalah tour guide yang akan memandu Jamaah Haji/Umroh dari keberaangkatan, kegiatan di Arab Saudi (Mekah & Madinah) sampai kembali lagi ke Indonesia.

Di travel sunnah, ustadz pembimbing yang akan membawa jamaah insya Allah bermanhaj salaf, mempunyai keilmuan islam yang mendalam dan tentu berpengalaman dalam membimbing jamaah Haji/ Umroh.

Kegiatan di Madinah & Mekah yang rutin dilakukan adalah kajian yang di isi oleh pembimbing. Kajian di Madinah biasanya selain kajian ilmiah, didadakan manasik atau latihan persiapan untuk memantapkan ibadah Haji/ Umroh. 

Selain dengan Ustadz Pembimbing, jamaah akan dilayani oleh muthawif selama di Arab Saudi. Muthowif ini mempunyai tugas membantu pembimbing dan melayani jamaah.

 

Wanita/ Akhwat Harus Dengan Mahramnya

Di travel umroh mungkin biasa kita lihat seorang perempuan dengan mudahnya mendaftar umroh tanpa pendamping (mahram). Tetapi tidak bisa di Travel Sunnah.

Di travel sunnah, jamaah wanita hendaknya harus mendaftar dengan mahramnya, jika wanita itu sudah menikah, baiknya dengan suami, jika suami berhalangan, bisa dengan saudara laki-lakinya atau dengan mahram lainnya.

Secara aturan dari Arab Saudi, memang di wajibkan jamaah wanita harus dengan mahramnya, dibuktikan dengan dokumen surat nikah atau kartu keluarga.

 

Tidak Ada Istilah Surat Mahram

Surat mahram ialah istilah yang digunakan oleh travel-travel umroh yang mana dipergunakan untuk jamaah wanita yang ingin berangkat Haji/ Umroh tanpa dengan mahram-nya. Jamaah juga dibebankan biaya untuk pembuatan surat mahram ini.

Surat mahram ini sebenarnya hanya istilah saja, yang mana travel yang bersangkutan akan membuat dokumen (KK atau sejenisnya) untuk jamaah wanita lalu disambungkan dengan laki-laki dalam grup tersebut. Cara ini dilakukan sebagai formalitas untuk pengajuan visa di kedutaan besar Arab Saudi.

Hal seperti ini jelas menyalahi syariat dan menyalahi aturan negara. Insya Allah Travel Sunnah Daytama Sinergi Wisata sangat menghindari akan praktek-praktek tersebut. 

Kegiatan Kajian Intensif

Kegiatan yang akan rutin dilaksanakan adalah kegiatan kajian. Kajian ini diisi oleh Ustadz pembimbing, dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya.

Kegiatan kajian selama di Arab Saudi ini diharapkan menjadi madrasah kepada jamaah. Mendapatkan nasehat, anjuran, larangan dan lain sebagainya.

Waktu 9-12 hari di Arab Saudi sangat singkat sekali. Sangat disayangkan jika waktu yang baik di tempat terbaik, jika tidak digunakan untuk hal-hal yang baik.

 

Kesimpulan

Ibadah umroh dan haji adalah ibadah yang sangat besar pahalanya, karena tidak semua dapat berhaji & berumroh mengunjungi Mekah & Madinah. Kesempatan terbaik ini harus dimanfaatkan dengan sebaiknya dengan melakukan ibadah sesuai dengan sunnah Nabi,