Perbedaan Haji Reguler dan Haji Khusus

Perbedaan haji reguler dan haji plus bisa Anda ketahui melalui beberapa aspek. Umumnya yang paling mencolok adalah nominal pembayaran serta masa tunggu. Antara keduanya tentu memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing sehingga harus paham syarat dan ketentuannya.

Perbedaan Haji Reguler Dan Haji Khusus

Haji merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan untuk umat muslim satu kali selama masa hidupnya bagi yang mampu dengan syarat dan ketentuan tersendiri. Terkait pemberangkatan terdapat dua versi yakni reguler dan polus, berikut perbedaannya:

Daftar Tunggu Pemberangkatan

Jadwal pemberangkatan haji khusus terkenal lebih cepat dari reguler yakni bisa jadi pada tahun mereka daftar atau bisa disebut dengan VVIP. Umumnya penggunanya sendiri sebagian besar adalah kalangan menengah atas baik pejabat, pengusaha, artis, maupun pemilik perusahaan.

Harganya yang ekonomis membuat haji reguler banyak diminati oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Namun jadwal penantiannya cukup lama yaitu bisa mencapai 20 tahun tergantung masing-masing wilayah. Hal ini tentu menjadi masalah untuk lansia.

Biaya yang Dibutuhkan

Mengenai poin ini, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. pada haji reguler setiap emberkasi berbeda tergantung dengan jaraknya dari Kota Makkah, namun belum ditambah dengan bimbingannya yakni Rp 3.000.000 dan terakhir untuk mendapatkan perizinan sebesar Rp 25 juta.

Kemenag sudah mematok nominal dari biaya haji plus sekitar $8000, seringkali disesuaikan dengan agen travel yang menanganinya karena terdapat perbedaan untuk masing-masing lokasi. sedangkan besaran dana agar mendapatkan nomor porsi harus menyetor Rp 54.000.000.

Lokasi Penginapan

Mengingat kegiatan ibadah haji yang cukup padat dan menjadi momen langka, penginapan menjadi hal utama. Sebagian besar masyarakat tentu ingin lebih dekat dengan tempat-tempat vital seperti Masjidil Haram. Lokasi strategis bisa didapatkan dengan mudah oleh pengguna haji plus.

Hal ini karena nominal pembayarannya jauh lebih tinggi dibandingkan haji reguler. Sedangkan jenis kedua letak pemukimannya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ring 1 berjarak 2 km dari Masjidil Haram. Selanjutnya ring 2 sekitar 4 km dan pemerintah mengusahakan tidak lebih dari itu.

Akomodasi dan Konsumsi

Bagi jamaah haji reguler sebagian besar menghasilkan makanannya sendiri bai dengan membeli di rumah makan atau dengan cara katering. Oleh sebab itu harus dapat mengalokasikan dana dengan baik agar tidak melebihi kapasitas budget. Sedangkan pada bagian akomodasi juga demikian.

Berbeda dengan haji plus yang mendapatkan pelayanan dengan eksklusif. Kebutuhan makan sudah dijamin oleh hotel pada jam-jam tertentu. Disamping itu letak tempat penginapan mereka cenderung lebih dekat dari lokasi-lokasi pusat ibadah dan dapat ditempuh hanya berjalan kaki.

Pembimbing Selama di Tanah Suci

Semua jamaah haji mendapatkan pembimbing selama di tanah suci, hanya saja terdapat perbedaan berupa untuk haji plus lebih mudah dalam koordinasi. Hal ini karena ketersediaan tenaga bisa dibilang lebih dari cukup. Sederhananya layanan jenis ini mendapatkan layanan terbaik.

Sedangkan untuk jamaah reguler dibimbing oleh KBIH yakni kelompok Bimbingan Ibadah Haji. Mereka akan mendampingi mulai dari tanah air sampai di Makkah. Disamping itu Kementerian Agama juga sudah mempersiapkan PTHI yang merupakan petugas khusus.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan haji reguler dan haji plus yang perlu Anda ketahui untuk menentukan mana yang pas dan sesuai budget. Lamanya waktu tunggu sebenarnya berdasarkan slot yang tersedia, untuk itu pemerintah Makkah terus menambahnya dari tahun ke tahun.

Leave a Reply